MENELADANI KEPEMIMPINAN BAPA: ANTARA KEADILAN DAN KASIH BAGI ANAK SULUNG BERDASARKAN LUKAS 15:11–32

Authors

  • Yustina Miyarti STT Anugrah Indonesia Author

Keywords:

Kepemimpinan, Keadilan, Kasih, Anak Sulung, Lukas 15, PJMI Framework

Abstract

This study examines the leadership model of the father in Luke 15:11–32, focusing on the often-overlooked perspective of the elder son. While existing scholarship predominantly centers on the prodigal son, the elder son’s experience of faithfulness and perceived neglect presents a critical tension for leaders balancing justice and mercy. The research addresses the problem of dichotomous leadership in religious and social organizations, where leaders struggle to integrate procedural fairness with relational compassion. Employing a qualitative hermeneutic approach to the biblical narrative and a critical review of leadership theories—including transformational, servant, organizational justice, and agape love frameworks—the study identifies a research gap in integrative models. The novelty lies in proposing the Parental Justice-Mercy Integration (PJMI) Framework, which synthesizes three dimensions: restorative justice, unconditional love, and recognition of faithfulness. Preliminary analysis suggests that the father’s simultaneous affirmation of the elder son’s loyalty (Luke 15:31) and restoration of the younger son demonstrates a non-dichotomous leadership model. This framework offers a contextual contribution for Christian leaders in Indonesia facing cultural pressures of paternalism, providing a practical tool to navigate justice-mercy tensions without sacrificing either principle.

Keywords: leadership; justice; mercy; elder son; Luke 15; PJMI Framework

ABSTRAK

Penelitian ini mengkaji model kepemimpinan Bapa dalam Lukas 15:11–32, dengan fokus pada perspektif anak sulung yang sering terabaikan. Sementara studi sebelumnya mayoritas berpusat pada anak bungsu, pengalaman anak sulung tentang kesetiaan dan perasaan tidak dihargai menghadirkan ketegangan kritis bagi pemimpin yang menyeimbangkan keadilan dan kasih. Penelitian ini menjawab masalah kepemimpinan dikotomis di organisasi keagamaan dan sosial, di mana pemimpin kesulitan mengintegrasikan keadilan prosedural dengan kasih relasional. Menggunakan pendekatan hermeneutik kualitatif terhadap narasi Alkitab dan tinjauan kritis atas teori kepemimpinan, termasuk transformasional, servant, keadilan organisasional, dan kasih agape—studi ini mengidentifikasi celah riset dalam model integratif. Kebaruan terletak pada pengajuan Parental Justice-Mercy Integration (PJMI) Framework, yang mensintesis tiga dimensi: keadilan restoratif, kasih tanpa syarat, dan pengakuan atas kesetiaan. Analisis awal menunjukkan bahwa tindakan Bapa yang secara simultan menegaskan kesetiaan anak sulung (Lukas 15:31) dan memulihkan anak bungsu menawarkan model kepemimpinan non-dikotomis. Kerangka ini memberikan kontribusi kontekstual bagi pemimpin Kristen di Indonesia yang menghadapi tekanan budaya paternalistik, sebagai alat praktis untuk menavigasi ketegangan keadilan-kasih tanpa mengorbankan salah satu prinsip.

Kata kunci: kepemimpinan; keadilan; kasih; anak sulung; Lukas 15; PJMI Framework

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adelia Elvizar Ramadhani, ., Herma Setiasih, . (2023). PERLINDUNGAN HUKUM KORBAN PERDAGANGAN PEREMPUAN DAN ANAK MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007. Jurnal Hukum Dan Keadilan, 32–52. https://doi.org/10.55499/judiciary.v12i2.211

Alisya Candra, S., Handayani, T., & Mulyana, A. (2025). Keadilan Restoratif dalam Kasus Perundungan oleh Anak: Upaya Pemenuhan Asas Keadilan bagi Korban. Journal of Contemporary Law Studies, 2(4), 373–386. https://doi.org/10.47134/lawstudies.v2i4.4243

Alunat, Y. (2024). Analisis deskriptif pengajaran Yesus tentang penyesatan anak berdasarkan Matius 18:6–11 dan implementasinya bagi guru PAK masa kini. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 5(2), 263–274. https://doi.org/10.53687/sjtpk.v5i2.246

Anam, W., & Ilaina, R. (2023). Problematika autentifikasi hadis periode sahabat: Antara keadilan dan intrik politik. EMPIRISMA: Jurnal Pemikiran dan Kebudayaan Islam, 32(1), 87–108. https://doi.org/10.30762/empirisma.v32i1.836

Angelina, C., & Priyono, J. (2024). Kepemimpinan persahabatan bagi Generasi Z berdasarkan perspektif Yohanes 15:14–17. LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya, 7(2), 108–127. https://doi.org/10.53827/lz.v7i2.173

Arrumaisha, . (2023). Perbedaan kemandirian antara anak sulung dengan anak tunggal di RA As-Sa’adah Medan. Indonesian Journal of Early Childhood, 5(2), 362–367. https://doi.org/10.35473/ijec.v5i1.2413

Ayunike Waoma, ., & Aprianus Ledrik Moimau, . (2024). Sifat penghakiman dalam kehidupan Kristen: Menemukan keseimbangan antara keadilan dan kasih. Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat, 2(3), 114–122. https://doi.org/10.55606/sinarkasih.v2i3.361

Bailey, K. E. (1992). Poet and Peasant and Through Peasant Eyes. Grand Rapids: Eerdmans.

Begouvic, M., Ramadhani, R., Saputra, J., & Yupely, M. (2024). Penyelesaian perkara tindak pidana persetubuhan terhadap anak yang dilakukan anak menggunakan pendekatan berdasarkan keadilan restoratif. SOL JUSTICIA, 7(2), 1–11. https://doi.org/10.54816/sj.v7i2.937

Bock, D. L. (1996). Luke 9:51–24:53. Grand Rapids: Baker Academic.

Bram M, P. (2024). Penafsiran terhadap Galatia 6:2 berdasarkan teori taksonomi Bloom dan relevansinya bagi pendidikan anak usia remaja. Jurnal Kala Nea, 5(1), 1–15. https://doi.org/10.61295/kalanea.v5i1.140

Cahyami, R. (2023). Andil kepemimpinan Ester bagi Mordekhai dan relevansinya bagi kepemimpinan perempuan masa kini. Jurnal Apokalupsis, 14(2), 117–133. https://doi.org/10.52849/apokalupsis.v14i2.93

Calvin Revormasi Zai, ., & Stenly Reinal Paparang, . (2023). Integritas gembala yang baik berdasarkan Yohanes 10:1–21 bagi perintisan gereja. Sinar Kasih, 1(1), 116–127. https://doi.org/10.55606/sinarkasih.v1i1.138

Damaitu, E. (2025). Pluralism and social justice in Pancasila democracy: Between ideals and reality. Constitutional Law Society, 4(01), 1–17. https://doi.org/10.36448/cls.v4i01.103

Darma Pratiwi, A., & Lestari, A. (2025). Pembangunan hukum berdasarkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jurnal Panah Keadilan, 4(2), 25–36. https://doi.org/10.57094/jpk.v4i2.943

Dayana, P., Cornelis, V., Soekorini, N., & Astutik, S. (2025). Tinjauan yuridis penerapan sanksi pidana bagi pengguna jasa prostitusi anak berdasarkan teori keadilan. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 4(9), 2198–2213. https://doi.org/10.55681/sentri.v4i9.4611

Djamaludin, D., James Simanjuntak, ., & Reynhard Christian Fatunlibit, . (2025). Pendampingan hukum bagi perempuan dan anak korban kekerasan dalam memperoleh keadilan. Legal Empowerment, 3(1), 1–8. https://doi.org/10.46924/legalempowerment.v3i1.265

Epin, M., & Ipijei, I. (2024). Budaya menabung sejak usia dini bagi anak-anak panti asuhan Abba. Sagu: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 41–51. https://doi.org/10.65675/sjp.v1i1.36

F Fazlon. (2022). Analisis putusan hakim terhadap wasiat wajibah bagi anak angkat secara adat menurut perspektif teori keadilan berdasarkan putusan Mahkamah Syar’iyah Bireuen Nomor 207/Pdt.G/2019/MS.BIR. Suloh: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, 10(1). https://doi.org/10.29103/sjp.v10i1.6586

Green, J. B. (1997). The Gospel of Luke. Grand Rapids: Eerdmans.

Halawa, D., Stevanus, K., & Yulianto, T. (2023). Pendekatan pendidikan agama Kristen anak: Parenting anak dalam keluarga Kristen di era teknologi digital. Harvester: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen, 8(1), 40–54.

Halawa, D., Yulianto, T., & Stevanus, K. (2024). Eksplorasi ibadah online terhadap pertumbuhan spiritual keluarga Kristen di era digital. Pengarah: Jurnal Teologi Kristen dan Pendidikan Agama Kristen, 6(1), 31–44.

Hakh, S. (2023). Kepemimpinan sahabat berdasarkan kasih agape. Voice of Wesley, 7(1), 45–56. https://doi.org/10.36972/jvow.v7i1.213

Hasibuan, S. (2023). Pendidikan anti korupsi berdasarkan doa Bapa Kami pada Matius 6:11–13. CHARISTHEO, 3(1), 29–42.

Hendarto, L., & Suseno, A. (2025). Frase kasih tidak melakukan yang tidak sopan berdasarkan 1 Korintus 13:5. Basilius Eirene, 4(2).

Juanta, E., Wattimena, M., & Korompis, D. (2025). Injil Lukas dan preferential option for the poor: Perspektif biblika atas keadilan sosial. Jurnal Luxnos, 11(2), 590–606.

Jusuf, Y. (2022). Spiritualitas untuk pemulihan pecandu Napza: Sebuah eksplorasi berdasarkan Lukas 15:11–32. MELINTAS, 37(1), 77–106.

Kantohe, F. (2022). Pemilihan para murid sebagai karya kesatuan Bapa dan Anak. Theologia in Loco, 4(2), 165–190.

Kasih Situmorang, ., & Renisha Wikawanty Lumban Raja, . (2024). Teologi keadilan Allah dalam penderitaan manusia berdasarkan Kitab Ayub. Jurnal Silih Asah, 1(2), 54–61.

Nesti Gulo, . (2022). Teologi tubuh: Makna mata sebagai pelita tubuh menurut Lukas 11:34 dan Bapa Gereja Philokalia. Diegesis: Jurnal Teologi, 7(2), 129–141.

Nethania, E. (2023). Pemenuhan hak pendidikan anak bagi pengungsi dan pencari suaka di Indonesia. BELLI AC PACIS, 9(1), 22.

Nolland, J. (1993). Luke 9:21–18:34. Dallas: Word Books.

Priskila Kompong, . (2023). Pentingnya guru PAK mengajar dengan kasih berdasarkan 1 Korintus 13:4–7. Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama, 1(2), 127–136.

Prissila, A. (2024). Kasih dan keadilan Allah berdasarkan Amos 2:6–16. Jurnal Kala Nea, 5(1), 30–42.

Raulina, R., & Tambun, R. (2024). Kasih dan pengampunan seorang ayah: Refleksi dari perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15:11–32. Fidei, 7(2), 368–384.

Setiawan, I., Samuel, ., Hutabarat, R., Bitriyani, N., & Agustiani, N. (2024). Implementasi kuasa kasih Kristus berdasarkan Roma 8:35–39 bagi orang percaya masa kini. KARDIA, 2(1), 17–28.

Sihite, F. (2023). Spiritual reinforcement bagi para lansia menghadapi kematian berdasarkan 1 Tesalonika 4:13–18. HARVESTER, 8(1), 45–60.

Simatauw, M., & Kristin Elsi, . (2025). Pentingnya Alkitab sebagai sumber pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. ICHTUS, 5(2), 50–62.

Sinaga, R. (2025). Antara hukum dan kasih: Memahami perkataan Yesus dalam Markus 2:27–28. SOLA GRATIA, 5(2).

Stevanus, K., Yulianto, T., & Halawa, D. (2024). Kompetensi guru Pendidikan Agama Kristen di era digital: Tantangan dan peluang pedagogis. Jurnal Teologi Kristen, 3(1), 15–28.

Susanto, W. (2026). Menelaah kasih dan percaya dalam kepemimpinan Kristen. EDULEAD, 6(2), 126–136.

Tan, S. (2026). Pemulihan relasi sosial dalam narasi “Anak yang Hilang” (Lukas 15:11–32) sebagai paradigma keadilan restoratif bagi diversi anak di Indonesia. Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian, 5(2), 864–873.

Wulandari, M., Lelono, J., & Sarungallo, R. (2023). Makna teologis ungkapan mata adalah pelita tubuh berdasarkan Lukas 11:33–36. Pistis, 23(2), 172–185.

Yulianto, T. (2018a). Aplikasi kehidupan untuk remaja dan dewasa: Injil Markus. CV. AA. Rizky.

Yulianto, T. (2018b). Aplikasi kehidupan untuk remaja dan dewasa: Injil Yohanes. CV. AA. Rizky.

Yulianto, T. (2018c). Aplikasi kehidupan untuk remaja dan dewasa: Kitab Galatia, Efesus dan Filipi. CV. AA. Rizky.

Yulianto, T. (2019). Aplikasi kehidupan untuk remaja dan dewasa: Kitab Roma. CV. AA. Rizky.

Yulianto, T. (2020a). Mentalitas silo ditinjau dari perspektif teologi eklesiologi. Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani, 4(2), 112–125.

Yulianto, T. (2020b). Literasi digital kritis dalam Pendidikan Agama Kristen. Jurnal Sains Komputer & Pendidikan, 1(1), 45–58.

Yulianto, T. (2021). Pengembangan ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik berbasis biblika dalam kurikulum PAK remaja. Jurnal Shanan, 5(2), 89–104.

Yulianto, T. (2022). Aplikasi kehidupan untuk remaja dan dewasa: Kitab Kolose, 1 & 2 Tesalonika. CV. AA. Rizky.

Yulianto, T. (2026). Artificial intelligence applications in computer science learning environments: Opportunities, ethics, and challenges. International Journal of Computer Science and Education Studies, 11(1), 1–18.

Yulianto, T., & Halawa, D. (2024). Model kepemimpinan gembala berdasarkan Injil Yohanes. Sabar: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik, 1(2), 75–88.

Zaeni, A. (2024). Pendidikan profetik bagi anak era klasik antara teologi Iqra’ dan politik kenabian. Paedagogie, 5(01), 35–55.

Zainal, M. (2024). Implementasi diversi bagi anak di bawah umur yang melakukan tindak pidana. Justness, 3(2).

Zurnetti, A., Mulyati, N., Nova, E., & Afrizal, R. (2024). Model perlindungan hukum terhadap perempuan dan anak korban tindak pidana kekerasan. Nagari Law Review, 7(3), 527–543.

Published

2026-05-26

How to Cite

MENELADANI KEPEMIMPINAN BAPA: ANTARA KEADILAN DAN KASIH BAGI ANAK SULUNG BERDASARKAN LUKAS 15:11–32. (2026). Tarombo: Journal of Christian Theology, Education, and Ministry, 1(1). https://tarombojctm.id/index.php/jctm/article/view/10

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.